Saturday, November 20, 2010

ALURKU


Satu ku membuat ku terpana
Hilang dalam hitungan waktu

Dua ku membuat ku melupakan
Hilang dalam hitungan waktu

Tiga ku membuat semua seperti baru
Hilang karena sterotype
Berhenti dan tertutup
Menutup semua indraku

Satu
Dua
Tiga
Saatnya memulai


Tidak, diluar bayanganku
Datang dengan harapan baru
Namun ku cepat menghakimi
Vonis ditempat

Berhitung…

Menambah

Mengkali

Membagi

silahkan menjumlah dengan bilangan logika manusiamu
Semakin dihitung semakin menemui titik keraguan

Tuhan tidak menyukai peragu
Tuhan menyukai kemajuan
Dan logikamu penolakan atas kuasa-Nya

Tahukah
Mengikuti ritme mu
Ketika sudah terjadi semua
Akan terjadi

Percayaku

Friday, November 12, 2010

JALAN BUNTU

saia tidak ingin berfikir dan memikirkan hal yang sebenarnya penting tapi menjadi tak penting untuk saat ini..saia akui memang tidak terjadi sinkronisasi antara hati dan ucapan untuk perkara tersebut...

saia tahu awalnya memang tidak diperuntukkan untuk saia, namun kenapa saia dilibatkan dalam alur "permainan" ini..namun saia tetap tersenyum dan tidak ingin menjadi kacau, tetap berpura-pura tidak mengetahui sang sutradara menjadikan saia lakon seperti apa, terkadang figuran, terkadang peran pembantu dan sampai akhirnya saia dilibatkan menjadi peran utama...

tak ada salahnya tersenyum, dan berusaha mengikhlaskan segalanya.....tapi menjadi salah ketika garis yang saia batasi telah digores......tak ada hati manusia yang dapat menyaingi nabi.......secara kodratinya tak kan ada yang sempurna, tapi menjadi bermartabat jikalau tetap menjadi manusia baik....

sakit awalnya, fase demi fase saia berusaha lepas dan terus bertarung untuk mensugestikan inikah rasanya!!!!

--------

tidak aneh dan asing bagiku ketika akhirnya semakin jelas dari waktu kewaktu......SESUAI ANALISA.....

saia merasakan kenyamanan diluar dugaan, ketika awalnya saia lantang berteriak tidak.....ingin tertawa...stttttt, malu...sungguh malu dan ingin selalu mentertawakan atas tingkah dan perilaku saia.....

kekonyolan demi kekonyolan terus saia perlihatkan 

sampai pada garis kerasnya saia menghilang

dan ternyata itu merupakan jalan buntu untuk saia.........tidak ada jalan maju, yang ada hanya jalan mundur..kalau itu yang terjadi dengan mundur...tentunya harga diri dan gengsi saia runtuh.....saia tetap diam dan berharap ada jalan keluar dari kebuntuan tersebut

Allah tolonglah

;;